Home / Company / News

Peringati Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Marine Gelar Simulasi Kebakaran di Atas Kapal Tunda

Thursday, 25 Jun 2026
Share this news
Share Twitter    Share Facebook    Share LinkedIn

Surabaya (25/6) - Di balik kelancaran arus logistik global, para pelaut menanggung risiko besar di tengah lautan setiap harinya. Menyelaraskan diri dengan tema global Hari Pelaut Sedunia 2026, “Carrying world trade. Carrying the risks” (Menjalankan perdagangan dunia, Menanggung risikonya), PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) menggelar latihan darurat (drill) penanggulangan kebakaran dan praktik penggunaan baju tahan api secara langsung di atas kapal tunda KT. Bima 315 yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. 
 
Latihan diawali dengan skenario api yang tiba-tiba berkobar di bagian buritan kapal KT. Bima 315. Sirene tanda bahaya langsung meraung, memecah keheningan pelabuhan. Dengan sigap, para kru mengambil posisi masing-masing sesuai tugas darurat mereka.  Nakhoda Kapal KT. Bima 315, Galuh Putranto, menegaskan bahwa kecepatan dan ketepatan adalah kunci utama penyelamatan nyawa dan aset. "Pada drill tersebut, pemadaman kami lakukan menggunakan sistem hydrant kapal, didukung personel yang mengenakan baju tahan api untuk menerobos titik api. Seluruh rangkaian simulasi ini berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari 10 menit," ujar Galuh. Ia menambahkan bahwa dalam situasi nyata di laut lepas, bantuan dari luar tidak bisa datang dalam hitungan menit. Oleh karena itu, kemampuan mendeteksi dan memadamkan api secara mandiri sesuai standar SOLAS (Safety of Life at Sea) adalah kompetensi mutlak yang harus dikuasai setiap pelaut. 

 
Sementara itu, Manajer Sistem Manajemen dan K3L Pelindo Marine, Dhani Wijaya Sakti, menekankan bahwa aspek keselamatan kerja bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan urat nadi dari operasional perusahaan. "Latihan drill seperti ini kami lakukan secara rutin dan terjadwal di setiap kapal yang kami operasikan. Namun, pada momentum Hari Pelaut Sedunia ini, kami ingin memberikan penekanan khusus," kata Dhani.

Dhani mengingatkan besarnya peran pelaut Pelindo Marine terhadap aktivitas ekonomi, baik nasional maupun internasional. "Kami ingin mengingatkan kembali bahwa para pelaut kami, khususnya kru kapal pada kapal tunda (tugboat) dan kapal pandu yang kami operasikan, adalah bagian penting yang tidak terpisahkan dari rantai perdagangan dunia. Mereka adalah pahlawan yang memastikan kapal-kapal kargo berbagai ukuran dapat bersandar dengan aman, meskipun mereka sendiri harus bekerja di bawah risiko yang tinggi," pungkasnya. 

Melalui simulasi ini, Pelindo Marine menegaskan bahwa peringatan Hari Pelaut Sedunia bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata komitmen perusahaan terhadap keselamatan para pelaut yang menjadi tulang punggung kelancaran logistik global.