Surabaya (5/5) – PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) meluncurkan inovasi berbasis teknologi dengan mengembangkan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendeteksi kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara otomatis dan real-time di fasilitas perbaikan Kapal Surabaya. Inovasi ini diperkenalkan dalam kegiatan Safety Management Walkthrough yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama pada Selasa, 5 Mei 2026.
Sistem bernama D’Monapd (Deteksi Monitoring APD) itu memantau area kerja melalui kamera dan secara otomatis mengidentifikasi pelanggaran penggunaan APD. Temuan pelanggaran akan ditindaklanjuti secara administratif, termasuk pemberian surat peringatan sebagai bagian dari penegakan disiplin keselamatan.
Direktur Utama Pelindo Marine, Warsilan, menyatakan teknologi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pengawasan keselamatan yang bersifat proaktif. “Apabila ditemukan kondisi tidak aman atau unsafe condition, diharapkan segera melaporkannya agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat. Jajaran manajemen juga mendorong pemanfaatan teknologi, salah satunya seperti AI, sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pengawasan keselamatan kerja,” ujar Warsilan.
Senada dengan hal tersebut, Senior Manajer Sistem Manajemen dan Teknologi Informasi, Dian Irawati, menjelaskan sistem ini dikembangkan di internal dan difokuskan ada area berisiko tinggi di fasilitas galangan kapal. Ke depan, kapabilitasnya akan diperluas melampaui deteksi pelanggaran. “Aplikasi ini tidak hanya mendeteksi pelanggaran, tetapi juga akan mampu menganalisis pola risiko serta memberikan rekomendasi pencegahan kecelakaan secara lebih efektif,” jelas Dian.
Staf Departemen Teknologi Informasi sekaligus pengembang sistem, Dwi Setyo Nugroho, menegaskan bahwa D’Monapd dirancang untuk terus berevolusi mengikuti kebutuhan operasional perusahaan yang dinamis, dengan fokus pada peningkatan akurasi deteksi, integrasi dengan sistem keselamatan lainnya, serta penyempurnaan fitur analitik berbasis data. “Ke depan, sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pengawas, tetapi juga sebagai decision support system yang mampu memberikan insight berbasis data guna membantu manajemen dalam mengambil langkah strategis terkait keselamatan kerja,” jelas Dwi.
Melalui inovasi ini, Pelindo Marine menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya keselamatan kerja dengan memanfaatkan teknologi digital, sejalan dengan transformasi perusahaan menuju operasional yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.
